Sony Sonjaya Diklaim Ditekan 'Nama Besar', Bakal Bongkar Kala Jadi JC

11 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya disebut bakal mengungkap keterlibatan 'nama besar' dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN tahun 2025-2026.

Pengacara Sony, Krisna Murti mengatakan hal tersebut menjadi alasan kliennya mengajukan diri menjadi Justice Collaborator (JC) atau saksi yang bekerja sama dalam kasus tersebut.

"Artinya bahwa selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, eh dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho," kata Sony kepada wartawan, Jumat (5/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau sampaikan nanti di persidangan. Bahwa beliau tuh ditekan, bahwa otaknya tuh bukan beliau gitu lho. Bahwa jangan disangkakan jual dapur-dapur itu adalah beliau," sambungnya.

Kendati demikian, Krisna belum mau membeberkan siapa sosok 'nama besar' yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

"Nanti beliau akan sebutkan nanti, banyak, ya kan, banyak tokoh-tokohnya banyak," ucap dia.

Krisna menyebut pengajuan Sony menjadi JC rencananya akan disampaikan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin (8/6) pekan depan. Kata dia, pengajuan diri Sony menjadi JC juga telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Lalu saya akan bersurat kepada Jampidsus terkait permohonan Pak Sony untuk justice collaborator. Senin nanti kita kirimkan terkait permohonannya Pak Sony mau menjadi justice collaborator," tutur Krisna.

Sebelumnya Kejagung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.

Dalam perkara ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Kata Syarief, yayasan itu sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.

"Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP," ujarnya.

(dis/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |