Tiang Monorel Mangkrak Segera Dibongkar, Jalan Rasuna Said Tak Ditutup

1 day ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tidak ada penutupan jalan dalam proses pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

"Untuk pembongkaran monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga apakah hari Selasa atau Rabu depan. Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan," ujar Pramono di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).

Pramono menyebut pembongkaran tiang monorel tersebut akan dikoordinasikan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta merujuk pada pengalaman penanganan proyek sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi yang dibongkar tetap dilakukan dengan pengalaman yang ada. Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran tidak dilakukan penutupan," katanya.

Pramono menegaskan bahwa pembongkaran akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sendiri. Menurutnya, PT Adhi Karya tidak melakukan pembongkaran hingga batas waktu yang ditentukan.

"Yang satu lagi tiang monorel yang melakukan adalah Pemda DKI Jakarta, Bina Marga. Kenapa tidak dilakukan oleh Adhi Karya? Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri," ujar Pramono.

"Dan nanti akan kami taruh di mana tempat yang dibongkar tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya," lanjutnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI akan mulai membongkar tiang monorel yang mangkrak pada minggu ketiga Januari.

Pada November 2025, Pramono sempat memberi tenggat waktu sebulan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk membongkar tiang-tiang monorel mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jika dalam satu bulan tidak ada tindakan, Pemprov DKI akan melakukan pembongkaran.

"Dalam waktu paling lama awal minggu depan ini, saya akan menulis surat kepada Adhi Karya. Sesuai dengan surat dari Kajati Jakarta, kami akan meminta mereka untuk membongkar dan kami beri waktu satu bulan," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 6 November 2025.

Sementara itu, pada Oktober lalu, PT Adhi Karya dalam pernyataan resmi melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pihak perusahaan telah bertemu dengan Pemprov DKI untuk membahas langkah hukum dan teknis terkait pembersihan maupun pembongkaran tiang eks monorel tersebut.

"Manajemen Adhi Karya telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas langkah pendampingan hukum atas rencana pembersihan dan pembongkaran tiang eks monorail yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Corporate Secretary Adhi Karya Rozi Sparta dalam pernyataannya, Rabu 22 Oktober 2025.

Dalam laporan keuangannya, Adhi Karya menyebut aset eks tiang monorel tersebut masih tercatat pada pos Aset Tidak Lancar Lainnya, tepatnya di bagian Persediaan Jangka Panjang.

Perusahaan juga tengah melakukan kajian internal untuk menentukan kemungkinan penurunan nilai (impairment) atas aset tersebut.

Dia pun memastikan rencana pembongkaran yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha maupun harga saham perseroan secara keseluruhan.

(fra/nat/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |