Update Banjir Bandang Kepulauan Sitaro Sulut, Korban Tewas Jadi 16

1 day ago 6

Makassar, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban jiwa bencana banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bertambah menjadi 16 orang.

Hal tersebut tercantum dalam siaran pers BNPB, Selasa (6/1), per pukul 12.

"Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Sitaro," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (6/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir bandang di Pulau Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro tersebut terjadi pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah kepulauan tersebut.

Muhari mengatakan banjir melanda empat kecamatan di Pulau Siau yaitu Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, serta Siau Barat Selatan.

"Dengan sebaran wilayah terdampak di dua kelurahan dan enam desa," ujar Muhari.

Hingga saat ini, Muhari menyatakan setidaknya masih ada tiga korban hilang.

"Tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, sementara ratusan warga terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman," ungkapnya.

Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.

Dari korban tewas yang ditemukan, Muhari mengatakan lima telah teridentifikasi identitasnya. Sementara, korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

"Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui," jelasnya.

Terkait dampak kerusakan akibat banjir bandang itu, Muhari merinci di antaranya tujuh rumah hanyut, kemudian 29 rumah rusak berat, dan 112 rumah rusak ringan.

"Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan," katanya.

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten terdampak selama 14 hari, terhitung sudah mulai dari 5 Januari hingga 18 Januari 2026, sesuai dengan keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026.

"Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak," ujar Muhari.

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Sitaro berkoordinasi dengan BPBD provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, TNI/Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta relawan untuk evakuasi dan pencarian warga terdampak.

"Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi," ujar Muhari.

(mir/kna/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |