Gus Ipul Bantah Ada Aliran Dana Rp480 Miliar di Muktamar NU

1 hour ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 Saifullah Yusuf alias Gus Ipul membantah tudingan yang menyebut ada aliran dana Rp480 miliar saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Gus Ipul menegaskan tudingan tersebut merupakan fitnah. Gus Ipul yang juga Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU itu mengatakan tudingan tersebut merupakan salah satu informasi yang beredar setelah pelaksanaan Muktamar NU, dan menurutnya tudingan itu dapat menyesatkan masyarakat apabila disampaikan tanpa bukti.

"Ya banyak itu mengembangkan ada risywah, ada intervensi, ada hal-hal yang enggak dilakukan, tapi dikabarkan. Itu sesungguhnya kan fitnah itu," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tudingan soal aliran dana di Muktamar diungkap Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur.

Dalam sejumlah pemberitaan, Gus Lilur menyebut adanya dugaan aliran dana sekitar Rp480 miliar menuju arena Muktamar NU.

Menanggapi tudingan tersebut, Gus Ipul mengatakan informasi mengenai adanya pemberian uang harus dibuktikan.

"Nah itu kan fitnah itu. Ya, itu yang harus dibuktikan. Dan itu bahaya sekali itu kalau kemudian enggak terbukti. Menurut saya itu menyesatkan sekali ya," ujarnya.

Menurut Gus Ipul, informasi mengenai adanya risywah atau intervensi dalam Muktamar NU merupakan bagian dari kabar tidak berdasar apabila tidak disertai bukti.

Ia mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap sejumlah pihak yang dinilai menyebarkan tudingan tersebut.

"Kami sedang mempertimbangkan ini untuk menempuh jalur hukum bagi pihak-pihak yang menyebarkan fitnah, membangun opini tanpa bukti," katanya.

Gus Ipul mengatakan sedikitnya terdapat tiga orang yang akan diberikan somasi. Jika tidak mendapatkan jawaban, pihaknya akan mempertimbangkan untuk melanjutkan persoalan tersebut melalui proses hukum.

Ketika ditanya apakah Gus Lilur termasuk pihak yang akan disomasi, Gus Ipul belum memberikan kepastian.

"Ya nanti besoklah ya, tunggu ya. Masih di dalam proses pembicaraan dengan penasihat hukum," ucapnya.

Gus Ipul mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya tabayun dan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia menegaskan pelaksanaan Muktamar NU telah berjalan dengan baik, demokratis, dan terbuka.

Ia juga meminta agar pelaksanaan Muktamar NU tidak dikotori dengan pendapat yang bernuansa fitnah.

"Muktamar berjalan dengan baik, demokratis, ya, terbuka, yang menang bermartabat, yang kalah terhormat," ujar Gus Ipul.

(antara/ugo)

Read Entire Article
Olahraga Sehat| | | |