Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Muhammad Kholid mendukung opsi pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) digelar secara terpisah dalam RUU Pemilu untuk 2029.
Kholid menilai, pemisahan itu penting agar syarat pencalonan pasangan presiden dan wakil presiden menggunakan suara baru hasil Pileg 2029.
"Pertama yang penting untuk dibahas terlebih dahulu adalah tiket Pileg mana yang mau digunakan? Kami melihat bahwa Pilpres 2029 seharusnya menggunakan hasil Pileg 2029," kata Kholid saat dihubungi, Rabu (23/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meyakini hasil Pileg 2024 dan 2029 akan sangat berbeda. Sehingga, seyogyanya para pendukung presiden adalah hasil suara di pileg terbaru.
Oleh karena itu, Kholid mengatakan partainya mendukung opsi untuk mendahulukan Pileg dari Pilpres pada 2029 mendatang.
"Jadi opsi mendahulukan Pileg terlebih dahulu sebelum Pilpres akan lebih baik. Sehingga hasil Pileg 2029 menjadi basis untuk mengusung di kandidat Pilpres 2029," ujarnya.
Di sisi lain, kata Kholid, hasil Pileg nantinya tetap bisa digunakan untuk syarat pencalonan Pilpres lewat rekayasa konsitusional sesuai putusan MK. Menurut dia, meski MK telah menghapus syarat ambang batas pencalonan presiden, konstitusi tidak melarang gabungan partai politik untuk mengusung pasangan capres-cawapres.
"Karena kalau merujuk Di UUD NRI 1945, capres-cawapres diusung oleh satu partai politik atau gabungan beberapa partai partai politik. Dua duanya konstitusional," kata dia.
Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia kembali membuka wacana perubahan desain pemilu seiring rencana pembahasan RUU Pemilu di komisinya dalam waktu dekat.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengusulkan agar pemilihan Pileg dan Pilpres kembali digelar terpisah, setelah dalam beberapa pemilu terakhir digelar bersamaan.
"Kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki, Pileg, Pilpres, dan Pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan," kata Doli dalam keterangannya, Selasa (22/9).
(thr/isn)

5 hours ago
3














































