Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI mengungkapkan sebanyak 1.216 kasus kebakaran terjadi di Jakarta sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara bahkan menyebut jumlah kejadian kebakaran terus meningkat setiap bulannya. Dari yang tadinya berjumlah 141 kejadian pada Juni, meningkat 217 kejadian pada Juli dan 240 kejadian pada bulan Agustus.
Berdasarkan rekapitulasi Kejadian Kebakaran Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Barat menjadi kota dengan kejadian kebakaran terbanyak sepanjang 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 368 atau 30,26 persen kebakaran terjadi di Jakarta Barat," kata Bayu, Rabu (23/9).
Menyusul setelah Jakbar, sebanyak 299 kasus atau 24,59 persen kebakaran terjadi di Jakarta Timur. Kemudian 252 kaus atau 20,72 persen kebakaran dilaporkan di Jakarta Selatan.
Listrik penyebab utama
Dinas Gulkarmat menyebut listrik menjadi penyebab utama dari kebakaran. Data menunjukkan listrik menjadi dugaan penyebab utama dalam 649 kasus atau 53,37 persen kejadian kebakaran di Jakarta.
Penyebab-penyebab kebakaran lainnya meliputi pembakaran sampah, gas, kelalaian manusia, hingga rokok.
Sementara perumahan, bangunan umum dan perdagangan serta instalasi listrik luar gedung, dilaporkan menjadi objek yang paling sering terbakar.
Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyorot banyaknya bangunan yang tidak memperhatikan standar keamanan. Ia juga mempersoalkan ketiadaan alat pendeteksi potensi kebakaran serta minimnya alat pemadam api ringan (APAR) di dalam gedung.
Ia pun mengimbau Pemprov DKI melalui Dinas Gulkarmat untuk mengambil langkah pencegahan. Terlebih mengingat adanya ancaman El Nino yang diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2027.
Terbaru, kebakaran melanda pemukiman di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (22/9) malam. Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik di salah satu rumah ini berdampak pada hangusnya 18 rumah dan empat tempat usaha.
Sebanyak 150 jiwa dilaporkan terdampak dari kebakaran tersebut. Total kerugian pun ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
(mou/dal)

1 hour ago
3














































