Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menuding ramainya kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial dipengaruhi akun robot.
Ia menyebut akun-akun tersebut dikendalikan oligarki dan koruptor yang tidak menginginkan Prabowo terus memimpin Indonesia.
"Apa yang dilakukan oleh Presiden kita ini udah benar dan semua robot-robot itu, itu semua dikendalikan oleh oligarki-oligarki, koruptor-koruptor yang tidak menginginkan Pak Prabowo itu kemudian terus bisa memimpin bangsa ini," kata Sudaryono dalam unggahan di Instagramnya pada Selasa (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua DPP Partai Gerindra Jawa Tengah itu menilai akun robot kini dapat membuat konten dan mengangkat topik hingga menjadi perbincangan publik.
"Namun sekarang ini mungkin 60 persen lebih itu isinya bukan orang. Sehingga apa yang rame di masyarakat kita ini kemudian ditentukan oleh yang bukan orang," ujarnya.
Sudaryono mengatakan akun-akun robot tersebut dapat membuat suatu isu menjadi ramai hingga memengaruhi pengguna media sosial lainnya, termasuk dalam memunculkan kritik terhadap Prabowo.
Menurutnya isu-isu itu biasanya kontra dengan pemerintah, bahkan cenderung menyerang pemerintah hari ini. Ia mengatakan pihak-pihak itu membawa kepentingan yang berseberangan dengan pemerintah.
"Hari ini mau ramein apa, itu kemudian yang bukan orang, yang namanya robot, akun palsu, itu kemudian menguasai topik-topik yang ingin mereka naikkan," ujar Sudaryono.
"Jadi, Pak Prabowo dihujat, itu yang menghujat sebetulnya adalah bukan orang, tapi orang kemudian karena rame dia ikut menguasai," sambungnya.
Sudaryono mencontohkan, misalnya upaya pemerintah memperbaiki nasib guru-guru di Indonesia yang justru tidak ramai menjadi buah bibir di media sosial.
Sudaryono pun menyatakan Gerindra takkan diam dalam merespons itu. Ia menegaskan Gerindra siap untuk melawan para pihak-pihak yang menurutnya tidak mau Indonesia menjadi negara maju itu.
(van/isn)

4 hours ago
4














































